Dalam ajaran
Islam, kita kenal dengan dua kalimat syahadat. Dua kalimat yang agung,
dan merupakan kalimat Allah yang tinggi. Dua kalimat syahadat ini
sangatlah penting, yaitu sebagai pintu masuk Islam. Jika ada orang
non-muslim ingin memeluk agama Islam, maka terlebih dahulu ia
bersyahadat. Ya, syahadat ini merupakan iqrar (pengakuan) bahwa Allah
adalah Tuhan kita dan Nabi Muhammad itu adalah utusan-Nya. Selain
itu, juga sebagian perjanjian kita kepada Allah. Untuk hal ini,
sebenarnya kita sebelum dilahirkan sudah bersaksi bahwa Allah adalah
Tuhan kita.Sebagaimana dalam QS. Al-A'raaf : 172.
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul
(Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian
itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami
(bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". QS. Al-A'raaf (7): 172.
Dari ayat di atas
menerangkan bahwa kita semua yang lahir ke dunia ini dalam keadaan
fitrah, dan Islam. Hanya saja keislaman itu tergantung pada lingkungan
atau orangtuanya. Apakah orangtuanya itu Nasrani, Yahudi, dll.
Bersyahadat yang
merupakan iqrar dan perjanjian ini merupakan hasil dari sebuah keimanan.
Dimana kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa benar tuhan itu hanyalah
Allah swt. Iman itu diucapkan dengan lisan, dibenarkan oleh hati, dan
mengamalkan keimanan tersebut. Tentu saja setelah itu yang terpenting
adalah istiqomah dalam menjalaninya.
Jika kita sudah
memiliki keyakinan yang kuat tentang hal ini, tak akan kita merasa
kegalauan maupun ketakutan. Orang-orang yang memiliki hal ini, ia akan
menjadi orang yang berani, yaitu ia tidak takut kepada siapa pun dalam
membenarkan kalimat Allah. Hidupnya akan terasa tenang jauh dari
kegalauan, karena ia merasa Allah akan selalu ada untuknya di saat
kesepian dan kegalauannya. Selain itu juga akan membuat orang yang
memiliki keyakinan ini, hidupnya menjadi lebih optimis, karena ia yakin
bahwa Allah akan selalu membantu hamba-Nya yang membutuhkan pertolongan.
Dan yang terakhir orang itu akan merasakan kebahagiaan. Sebagaimana
firman Allah swt.
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah"
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun
kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah
merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah
dijanjikan Allah kepadamu". QS. Fushshilat (41): 30.
Begitulah
saudaraku, jika kita memiliki keyakinan yang besar dari syahadat yang
kita miliki maka itu akan mendatangkan kebahagiaan bagi kita. Dan
ingatlah, bahwa syahadat itu juga merupakan inti sari dari ajaran Islam.
Yaitu tujuan kita hanyalah Allah.
Semoga bermanfaat
bagi kita semua, dan semoga kita bisa menjadi lebih baik lagi. Kata
Ust. Cecep Sa'bana Rahamatillah, "Jadilah pribadi muslim yang bisa
memanajemen waktunya dengan baik. Yaitu hari ini lebih baik dari hari
kemarin, dan waktu kita sama dengan orang lain, tetapi memiliki
perbedaan isi di dalamnya. Yaitu kekita orang tertidur, kita
melaksanakan sholat thajjud, dan lain sebagainya."
Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Sumber: nefriyandi.blogspot.com






0 komentar:
Posting Komentar