Rabu, 02 Januari 2013

Keyakinan menghasilkan kebahagiaan

Dalam ajaran Islam, kita kenal dengan dua kalimat syahadat. Dua kalimat yang agung, dan merupakan kalimat Allah yang tinggi. Dua kalimat syahadat ini sangatlah penting, yaitu sebagai pintu masuk Islam. Jika ada orang non-muslim ingin memeluk agama Islam, maka terlebih dahulu ia bersyahadat. Ya, syahadat ini merupakan iqrar (pengakuan) bahwa Allah adalah Tuhan kita dan Nabi Muhammad itu adalah utusan-Nya. Selain itu, juga sebagian perjanjian kita kepada Allah. Untuk hal ini, sebenarnya kita sebelum dilahirkan sudah bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan kita.Sebagaimana dalam QS. Al-A'raaf : 172.


Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". QS. Al-A'raaf (7): 172.
 
Dari ayat di atas menerangkan bahwa kita semua yang lahir ke dunia ini dalam keadaan fitrah, dan Islam. Hanya saja keislaman itu tergantung pada lingkungan atau orangtuanya. Apakah orangtuanya itu Nasrani, Yahudi, dll.
 
Bersyahadat yang merupakan iqrar dan perjanjian ini merupakan hasil dari sebuah keimanan. Dimana kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa benar tuhan itu hanyalah Allah swt. Iman itu diucapkan dengan lisan, dibenarkan oleh hati, dan mengamalkan keimanan tersebut. Tentu saja setelah itu yang terpenting adalah istiqomah dalam menjalaninya.

Jika kita sudah memiliki keyakinan yang kuat tentang hal ini, tak akan kita merasa kegalauan maupun ketakutan. Orang-orang yang memiliki hal ini, ia akan menjadi orang yang berani, yaitu ia tidak takut kepada siapa pun dalam membenarkan kalimat Allah. Hidupnya akan terasa tenang jauh dari kegalauan, karena ia merasa Allah akan selalu ada untuknya di saat kesepian dan kegalauannya. Selain itu juga akan membuat orang yang memiliki keyakinan ini, hidupnya menjadi lebih optimis, karena ia yakin bahwa Allah akan selalu membantu hamba-Nya yang membutuhkan pertolongan. Dan yang terakhir orang itu akan merasakan kebahagiaan. Sebagaimana firman Allah swt.
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".  QS. Fushshilat (41): 30.

Begitulah saudaraku, jika kita memiliki keyakinan yang besar dari syahadat yang kita miliki maka itu akan mendatangkan kebahagiaan bagi kita. Dan ingatlah, bahwa syahadat itu juga merupakan inti sari dari ajaran Islam. Yaitu tujuan kita hanyalah Allah.

Semoga bermanfaat bagi kita semua, dan semoga kita bisa menjadi lebih baik lagi. Kata Ust. Cecep Sa'bana Rahamatillah, "Jadilah pribadi muslim yang bisa memanajemen waktunya dengan baik. Yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan waktu kita sama dengan orang lain, tetapi memiliki perbedaan isi di dalamnya. Yaitu kekita orang tertidur, kita melaksanakan sholat thajjud, dan lain sebagainya."

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
 
 















0 komentar:

Posting Komentar