Saudar/i ku, kali ini aku akan menceritakan keteguhan iman kaum muslim
saat di uji dengan cobaan yang sangat berat. Semoga ini bisa menjadi
pembelajaran bagi kita.
Pada perang parit, sekitar 10.000 tentara Quraisy beserta sekutu-sekutu
mereka menyerang Madinah. Selama berhari-hari peperangan hanya sebatas
perang anak panah. Tapi pada saat itulah kaum muslim di uji oleh Allah.
Belum nyata keimanan seseorang sebelum ia di uji dengan cobaan yang
berat, hingga mendekati keputus asaan. Tentara muslim harus menjaga
sisi-sisi parit agar tidak bisa dilewati musuh. Bahaya tidak hanya
berasal dari luar, Bani Qurayzah (Yahudi di Madinah) pun memutuskan
perjanjian dengan Rasul sehingga mereka pun ingin berperang melawan
Nabi.
Melihat keteguhan iman tentara muslim, salah seorang musuh, Nu'aym
tersentuh hatinya dan datang menemui Nabi dan menyatakan islam. Setelah
itu, ia meminta tugas kepada Rasul. Sesuai dengan kemampuannya, ia
ditugaskan untuk memecah belah di pihak musuh, karena tak ada dari
mereka yang tau jika ia sudah islam. Berbohong diperboleh dalam perang.
Akhirnya ia mendatangi bani Qurayzah dan berkata, "Hai bani Qurayzah,
sungguh jika Quraisy tidak berhasil mengalahkan Muhammad mereka akan meninggalkan kalian dalam penguasaan Muhammad. Mintalah pada mereka sandera yang menjamin agar mereka tidak akan pergi sebelum mengalahkan Muhammad. Tapi jangan beritau jika aku mengusulkan ini pada kalian". Mereka pun menyetujuinya.
Kemudian Nu'aym berangkat ke tentara Quraisy, "Hai Quraisy, bani Qurayzah telah mengirimkan surat permintaan maaf kepada Muhammad,
mereka menyesali perbuatan mereka dan berjanji akan membunuh kepala
suku Quraisy untuk menebusnya. Jadi jika mereka meminta sandera dari
kalian, janganlah kalian menerimanya. Tapi jangan kalian beritau jika
aku yang memberi tau kalian." Tentara Quraisy sangat marah tetapi
berniat untuk berdiam diri dan membuktikan perkataan Nu'aym tersebut.
Pada keesokan harinya, bani Qurayzah pun memintakan sandera kepada
Quraisy. "Hai Quraisy kami takut jika kalian tak berhasil mengalahkan Muhammad
kalian akan meninggalkan kami dalam penguasaannya. Maka dari itu kami
minta sandera dari kepala suku kalian sebagai jaminan kalau kalian tidak
akan meninggalkan kami sebelum mengalahkan Muhammad." Tentara Quraisy pun percaya dengan perkataan Nu'aym.
Beberapa hari berlangsung, persediaan makanan dari kedua belah pihak pun
mulai menipis. Bani Ghatafan yang ikut perang ini pun mulai berencana
untuk pulang. Dalam perang ini mereka hanya berniat untuk rampasan
perang bukan untuk memerangi Nabi.
Pada suatu malam angin berhembus sangat kencang hingga
memporak-porandakan perkemahan musuh. Anehnya, angin itu tidak merusak
perkemahan tentara muslim, akan tetapi rasa dinginnya sangat menusuk.
Ketika hari mulai bercahaya, Nabi berkata "Siapa yang akan bangkit dan
pergi untuk melihat kondisi musuh, lalu kembali lagi kesini, dan akan
aku mohonkan kepada Allah agar ia menjadi shabatku di surga?" Meski
demikian tidak ada tanggapan, mereka begitu ketakutan dan sangat
kedinginan serta kelaparan sehingga tak ada seorang pun yang mampu
berdiri tegak. Setelah tak ada yang mau bangkit, Nabi memanggil
Hudzayfah, hingga ia pun tak dapat menolak. Ia melihat tentara Quraisy
yang tengah bertiarap. Kemudian ia kembali lagi ke perkemahan.
Menjelang fajar dan angin pun sudah lenyap, Abu Sufyan berteriak keras,
"Hai orang-orang Quraisy, kuda dan unta kita telah mati, Bani Qurayzah
telah meninggalkan kita dan kita diberi tau bahwa mereka berusaha
menghianati kita, dan sekarang kita menderita karena angin seperti yang
kalian lihat. Maka, pergilah dari tempat ini, karena aku pun akan
pergi." Ia langsung melompat ke tas untanya hingga lupa melepaskan tali
kekangnya. Namun 'Ikrimah (Putra Abu Jahl), berkata padanya, "Kau
pemimpin kaummu. Akankah kau pergi meninggalkan kami begitu saja dan
meninggalkan orang-orang dibelakang?" Kemudian ia pun merasa malu.
Tentara Quraisy pun berkemas dan mulai meninggalkan tempatnya seperti
yang sudah dilakukan Bani Ghatafan.
Subhanallah, ketika kita teguh saat diberi cobaan, pertolongn
Allah akan datang. Yakinlah bahwa Ia menyayangimu. Allah beserta
orang-orang yang sabar.
Sumber: nefriyandi.blogspot.com






0 komentar:
Posting Komentar